Wis (Uda) Kapan?

Sekarang, toga-toga itu sudah bertengger di kepala. Alhamdulillah. Auditorium Universitas Andalas sudah penuh sesak dengan wisudawan/wati. Tapi… Sungguh sangat disayangkan, hal tersebut tidak termasuk di kepalaku. Tidak juga di kepala teman-teman dekatku. Hamdi, Syariful, Herman, Adek, Allan, bahkan Farli dengan IPK 3,6 sekalipun, tidak juga. (yang tidak tersebut jangan marah). Justru yang bertengger hari ini bukannya toga pertanda gelar kesarjanaan, tapi tidak lebih dari sebuah penyesalan.

toga

Wajarkah? Mungkin saja begitu. Tapi tentunya ini bukan penyesalan yang berlebihan. Yang jelas tetap akan hadapi ini. Mau tidak mau. Ya. Harus dihadapi. Anggaplah ini sebagai sebentuk evaluasi diri dengan segala kelemahan dan kekurangan. Mungkin saja ini adalah salah satu fakultas kesabaran, ataupun juga fakultas ketabahan. Atau semacam perkuliahan berat semisal azzam dan kesungguhan. Mmm….

Sudahlah…
Perbaiki saja. Sebentar lagi bulan akan tenggelam. Pelajarilah banyak hal dari semua ini. Selami makna-makna dari setiap pesan-pesan-Nya. Di sela-sela segala kejadian yang menimpa, belajarlah untuk beriktibar.

Tataplah wajah-wajah wisudawan itu satu-persatu. Betapa bahagianya mereka. Walau di depan mata ada sandungan status penggangguran mengancam setiap yang tidak siap diantara mereka. Tapi sejatinya mereka lega, puas. Lihat juga para orang tua yang mendampingi mereka, oh betapa senangnya mereka. Terlihat kecerahan dan keceriaan bergelimang pada mereka. Terbayang juga sekelumit jika itu terjadi padaku dan pada keluarga dan kerabat dekatku.

Ya Rabb
Ampuni hamba
Ladang yang dulu aku garap, lalang juga tumbuh merimba

Mudah-mudah saja ada panen lain di musim ini
Panen yang banyak lagi berkah. Dan itu datang tanpa disangka-sangka. Semoga saja. Sebab Allah biasanya punya rahasia dan kado istemewa untuk hamba-hamba-Nya.

6 thoughts on “Wis (Uda) Kapan?

  • October 27, 2007 at 2:07 am
    Permalink

    Pertamaxx & salam kenal! Santai aja lagi, kali aja Allah Mau ngasih Wisuda terbaik tahun depan!

    Reply
  • October 27, 2007 at 9:28 am
    Permalink

    Salam balik. Iya..ya. Santai aja lagi. Tapi kayaknya kelewat santai. Makanya gak selesai-selesai. Tapi kalau jadi wisuda terbaik….Mmm. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

    Reply
  • October 29, 2007 at 4:07 am
    Permalink

    Cameh.. oi cameh..bia tambilang mamisahkan…( Lagu Minang ) 😉

    Bukankah tiap kita akan diwisuda nantinya?? kuliah nggak kuliah,pasti!!
    Baik mungkin tamatan universitas negeri, luar negeri (SWASTA), ataupun jebolan universitas kehidupan dengan banyak fakultas didalamnya..

    dan setelah itu, semua akan dapat diterima di lapangan Pekerjaan Sesungguhnya..(TANAH SIRAH)..Baik yang Cumma laude, Summa Laude, bahkan yang 2.1 sekalipun..

    Percayalah, Pasti akan diterima…

    Jadi ada yang harus lebih dicemaskan..yup!!Lapangan Pekerjaan sesungguhya..
    Tinggal Persiapannya sekarang…
    Wassalam..

    NB: Sadang mancaliak senior Wisuda d Audit…U MOTIvASi..

    Reply
  • October 29, 2007 at 7:28 am
    Permalink

    FYI : ITB 2 hari yang lalu ini telah menghasilkan ribuan pengangguran lagi……

    seng sabar bang Hasdi. cepet lulus yoo! jangan nge-blog mlulu. 😀

    Reply
  • November 5, 2007 at 3:05 pm
    Permalink

    semoga diRidhoi Alloh untuk segera wisuda…do’akan kami juga agar bisa balance antara akademis dan dakwah….

    Reply
  • May 11, 2008 at 11:09 pm
    Permalink

    elektro susah ya katanya, semoga cepat lulus ya, di unand ada batasan lama study? yang penting cepet wisuda aja bro

    http://sutanmudo.co.cc

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *