Presiden Yang Penting Hanif

Pemira tanggal 23 adalah ajang pemilihan presiden negara mahasiswa Unand. Seperti yang penah di ceritakan ada tiga generasi yang bercokol di bursa pencalonan. Bagi kita selaku mahasiswa yang baik tentunya turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam pemilihan presiden. Terserah mau memilih siapa, yang penting hanif. 😉

Apa Untungnya Milih?

Sesekali memang harus berpikir jernih. Lebih baik lagi kritis terhadap persoalannya. Pragmatisme kerap melanda kita dalam hal apapun. Termasuk perkara pilih memilih. Kalau ditanya untungnya, maka kitapun harus punya jawaban yang jelas. Sebab, keuntunganlah yang akan meotivasi kita untuk tetap bergerak. Bila kita tidak melihat keuntungan, maka seketika kitapun tidak terlalu bergairah untuk melakukannnya.

Kalau begitu apa untungnya memilih Presiden Mahasiswa. Menurut Hasdi ada beberap keuntungan memilih Presiden. Yang pertama, kita belajar menilai orang lain. Saat menilai orang lain ini, kitapun semakin tersadar. Bahwa sejatinya setiap orang punya penilaian terhadap kita. Diminta ataupun tidak, setiap orang punya program khusus dalam dirinya utnuk menilai orang lain. Ada begitu cepat, ada juga yang lambat. Ada yang punya standarisasi khusus dan ada yang tidak. Nah, saat menentukan pilihan sebenarnya kita belajar menjadi lebih baik dengan membaca kelebihan dan kelemahan calon presiden yang ada.

Yang kedua, dengan memilih kita belajar memahami. Sebab dengan memahami kitapun akan dipahami. Dengan memberi biasanya kita akan menerima. Dan dengan perhatian dunia serasa semakin indah dan berwarna warni. Semakin indah jika kita semakin memahami. tentang banyak hal. termasuk kebaikan dan keburukan.

Yang kedua, dengan berpartisipasi memilih berarti mewujudkan kesinambungan gerakan mahasiswa. Coba bayangkan sekiranya tidak ada yang mau memilih? Tentu tidak akan ada yang jadi Presdien,. Bagaimana mau jadi presiden, yang memilihnya tidak ada. Begitu juga jika jumlah pemilihnya sedikit. Masak Presdien hanya dipilih oleh 1000 orang saja. Terlalu sedikit.

Yang keempat, menggunakan hak. Salah pilih, nanti kita yang rugi. Apalagi sampai jatuh ke tangan yang tidak tepat. Semisal negara kita, apa jadinya kemaren ketika kita dipimpin oleh seorang presiden semisal Soeharto, Habibie, Gusdur, Mega, SBY? Kita juga yang melihat transisinya dari masa ke masa.

Yang lain banyak lagi. Berkenalan dengan BPU, Memnafaatkan Kartu Tanda Mahasiswa. eh tau tidak, ternyata KTM itu mahal harganya. Satu semester aja 600-an ribu. Jangan disiakan. Disamping itu, biar ada kesan partisipasinya. Disamping itu juga untuk belajar berdemkrasi di kampus. Praktikum ketatanegaraan, jkarena orang bilang kampus itu miniatur negara.

Ada lagikah keuntungan yang lain? atau jangan-jangan malah kerugian. Sekiranya kerugian apakah kerugian itu?

3 thoughts on “Presiden Yang Penting Hanif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *