Demo 21 Mei 2008; Sekedar Euforia

Besok demo lagi (21/5), rencananya. Pamfletnya sudah tersebar. Dinding-dinding kampus penuh dengan tempelan info aksi. Masyarakatpun sudah tahu. Isu untuk aksi esok hari semakin santer. Tapi apakah target demo kali ini? Sekedar unjuk rasa? Begitu selesai di unjuk rasanya pada orang banyak, itu sudah. Setelah itu, apa lagi? Lalu apa untungnya.

Bukan hendak menghalangi demo. Rasionalisasi demo perlu. Pencerdasan massa begitu penting. Agar yang hadir tidak sekedar memenuhi seruan, tapi juga mengerti dengan apa yang diusung. Kebersediaan seseorang turut berpartisipasi dalam aksi salah satunya adalah karena logika berpikir mereka menyatakan kelayakan untuk berdemo. Artinya, perlu bagi para demonstran untuk membangun interaksi sosialnya dan menguatkannya dengan masyrakat.

7 thoughts on “Demo 21 Mei 2008; Sekedar Euforia

  • May 21, 2008 at 1:24 pm
    Permalink

    Semoga Indonesia Bangkit dari keterpurukan dan terus Maju
    Hidup Indonesia!!

    Reply
  • May 21, 2008 at 10:52 pm
    Permalink

    terus maksud lo apa donk?
    apa juga solusi yg lo tawarin………..
    kalo cuma nulis kata2 kaya lo juga banyak yg dukung lah… kekamu….
    so kalo lo sendiri ga lakuin apapun ya mending diam deh bro……………………………..

    Reply
  • May 22, 2008 at 12:36 pm
    Permalink

    iya neeh
    ngomong doank
    dah ngak ngelakuin apa-apa
    kebanyakan ngomong lagi ne orang

    kalau lu mang gak mau ikut demo
    ya, dienm aja lah…….

    fya
    aryprst

    Reply
  • May 22, 2008 at 1:17 pm
    Permalink

    😆

    Susah di posisi menjadi blogger memang begitu itu… err.. siapa Hasdi Putra ya? 😀

    Saat kita mengkritiki suatu aksi, reaksi yang keluar juga akan mempertanyakan aksi kita seperti apa 🙂

    Jadi, menurut saya ini lho, biarkan saja yang demo dengan demonya. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan gagasan. Setidak dengan adanya demo, kita masih tahu bahwa keran demokrasi masih dibuka di negara ini dan nggak diblokir seperti yang kita alami selama 32 tahun dulu 😉

    Reply
  • May 22, 2008 at 5:53 pm
    Permalink

    maaf., saya gak kenal hasdi secara pribadi.. tapi coba perhatikan kalimat terakhir hasdi.. sepertinya itu solusi yg ia tawarkan.. membangun interaksi dengan masyarakat.. membantu langsung ke masyarakat..

    apalagi kalo demo tuh.. bikin tambah banyak rugi seperti macet–> berapa bbm terpakai?, bakar2 an, memblokir jalanan umum, kadang sampai perang batu dengan aparat, .. kok kayaknya gak membantu ya?
    saya lebih setuju kalo mau usul sesuatu pake tulisan.. ke media cetak,, ato langsung bantu ke masyarakat gitu….

    sekali lagi bukan membela hasdi karena emang gak kenal secara pribadi.. tapi tahu dikit lah (catat : dikit*) sepak terjang hasdi.. ehm.. lumayan lah sebagai aktivis (anak berkantong tivis??).. ^___^

    gutlak aja buat semuanya.. semoga perjuangannya -dengan cara apapun- bisa berhasil…..

    salam.

    Reply
  • May 26, 2008 at 9:52 am
    Permalink

    pada prinsipnya rafnel setuju dengan uda hasdi. akan tetapi ada beberapa hal yang perlu menjadi pemikiran kita bersama, yang pertama tujuan gerakan, dan keefektifitasan gerakan. melihat hal ini rafnel berpikir bahwasanya kita perlu mencari pola gerakan yang baru yang lebih efektif, akan tetapi demonstrasi bukanlah hal yang buruk selagi seluruh masyarakat indonesia tetap mendukung gerakan ini. demonstrasi pun punya dasar hukum yang kuat: pertama Alquran surat ali imran ayat 104, yang kedua alhadist{apabila engkau melihat kemungkaran cegahlah dengan tanganmu, bila tidak sanggup, cegahlah dengan perkataan, bila tidak sanggup dengan doa , yang ke tiga UU no 19 th 1998 tentang mekanisme penyampaian pendapat dimuka umum. jadi janganlah hal ini membuat perpecahan dalam perjuangan ini. jika kita bertolak pada sejarah demonstrasi punya peranan penting dalam menumbangkan rezim penindas rakyat. sekarng bagaimana kita bisa membuktikan bahwasaya demonsrasi kita adalah demonsrtasi intelektualitas, yang dapat dipertanggungjawabkan. hidup mahasiswa.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *