Merokoklah Bersama Orang Yang Merokok

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS. (Taufik Ismail, Tuhan Sembilan Senti)

Kendati berbahaya, rokok tetap menjadi konsumsi banyak orang. Hampir di setiap lapisan masyarakat ada yang mengkonsumsinya. Dari konglomerat sampai yang melarat, dari pejabat ataupun tukang angkat. Laki-laki dan perempuan tidaklah penghalangnya.

Dokter yang ahli paru-paru pun tak ketinggalan. mungkin saja melupakan seketika ilmunya bila hendak merokok. Masyarakat miskin dengan himpitan ekonomi, memaksakan diri berhutang agar bisa merokok. Anggota dewan, para pejabat, anak SD, para petani dan juga ustadz tak sedikit yang tetap saja merokok.

Tidak ada yang bisa menghentikan para perokok untuk tetap merokok melain dirinya sendiri. Nasehat-nasehat tentang bahaya rokok, malah dia sendiri lebih memahaminya. Tapi semua itu tidak membuat mereka berhenti merokok.

Peringatan pemerintah,” Merokok Dapat Menyebabkan Kanker, Serangan Jantung Impotensi Dan Gangguan Kehamilan Dan Janin” tidaklah efektif. Tidak menjadi ancaman yang menakutkan bagi para perokok. Tidak juga mampu memberikan upaya antisipatif agar tidak merokok. Bahkan peringatan itu dijadikan sebagai bahan olokan atau guyonan.

BBM naik dan harga rokok melonjak dan himpitan ekonomi semakin kuat ataupun segudang alasan-alasan kuat, itupun tidak mampu memberhentikan seseorang untuk merokok. Sehingga, hanya diri sendirilah yang bisa memaksa untuk merokok.

Sulit sekali untuk memberhentikan para perokok. Peraturan daerah semisal di DKI Jakarta yang mengancam dengan denda, tidak mampu menahan hajatan seseorang untuk tetap merokok.

Selamatkan Perokok pasif

Bahayanya merokok justru lebih besar untuk perokok pasif. Yaitu mereka yang tidak merokok tapi menghirup asap rokok. Asap rokok yang sudah dihirup oleh perokok itu kemudian dikeluarkan lagi sehingga udara yang dihirup perokok pasif adalah yang sudah bercampur dengan asap rokok tadi. Tentu saja efeknya lebih berbahaya lagi. Ibarat permen karet yang sudah dikunyah-kunyah kemudian dipersembahkan kepada orang lain agar ia mengunyah permen karet yang sudah dikunyah-kunyah tadi.

Rukuk dan Rokok

Rukuk dan rokok hampir mempunyai fonem yang sama. Namun punya makna yang jauh berbeda. Warka’u maar rokiin. Dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. Oleh karena itu, kalau memang tidak bisa berhenti merokok. Maka merokoklah bersama orang-orang yang merokok. Akan lebih baik lagi jika RUKUKLAH BERSAMA ORANG_ORANG YANG RUKUK. 😉

5 thoughts on “Merokoklah Bersama Orang Yang Merokok

  • June 16, 2008 at 2:30 pm
    Permalink

    Yupz Sepakat..

    mestinya jangan kita aja yng ditulari asap rokok,mestinya sekali-sekali kita juga yng nularin “Akan lebih baik lagi jika RUKUKLAH BERSAMA ORANG_ORANG YANG RUKUK. ”

    Ya nggak..??

    Reply
  • June 17, 2008 at 7:48 pm
    Permalink

    Rokok, dari dulu gak pernah berubah..
    mana pernah ada orang merokok sampai puntungnya habis.. Khan mubadzir?? 🙂

    Reply
  • August 2, 2008 at 1:57 pm
    Permalink

    jangan merokok hasdi, untuk apa merokok, merokok membahayakan kesehatan, dengan merokok membuat peluang kena penyakit jantung kronis, kanker, paru-paru lebih terbuka.

    Drs.Saddia Naizal Norewan.
    Kuala Lumpur
    Malaysia

    http://www.naizalnorewan.wordpress.com

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *