Menjemput Ramadhan

Maka berdukalah para pemburu amal. Tiadalah lagi Ramadhanmu. kecuali Ramadhan tahun ini. Ramadhan esok belum tentu kau jumpai. Sementara yang kemarin tak bisa dijemput lagi.

Di Penghujung Ramadhan Lalu
Penyesalan. Itulah yang berada di penghujung Ramadhan tahun lalu. Kenapa tidak optimal dalam amal. Kenapa tidak totalitas dalam kualitas, kenapa bisa tidak ikhlas, kenapa dan kenapa. Sementara sebentar lagi Ramadhan berlalu dan pergi.

Tiadalah lagi ada kecuali harap. Semoga berjumpa dengan Ramadhan berikutnya. Seraya bergumam dalam hati, “Suakan aku dengan Ramadhan-Mu mendatang ya Rabb. Suakan Aku. Aku akan beramal sungguh”.

Begitulah. Tak cukup sampai disitu. Rencana-rencana kebajikan untuk Ramadhan mendatang terus menghampiri. Tak sedikit yang berubah menjadi janji-janji. “Akanku Ikhlas dalam segala aktifitas. Dalam Shiyam, berpenuh-penuh dengan perhitungan cerdas. Sungguh, aku janji pada-Mu. Temukan aku dengan Ramadhan-Mu lagi. Keampunanlah kiranya bagiku yang telah lalai di Ramadhan ini”. Amin Ya Rabbi.

Begitulah. Dan inilah tahun yang ke sekian kali. Berulang dan terus berulang. Penyesalan senantiasa mengikuti. Lalu, sesal itu datang lagi. Akankah untuk tahun ini?

Ramadhan Lebih Awal
Mari berRamadhan lebih awal. Persiapannya, perbekalannya dan apa saja untuk menyambut kemuliaan dan segala keistimewaan yang ada padanya. Karena Ramadhan dulu dan sekarang adalah Ramadhan dua zaman. Satu nasib tak serupa. Belajarlah kita dari apa yang telah menimpa terdahulu, Iri kita dengan orang-orang terdahulu. Termasuk juga Generasi qur’an yang unik.

Kelak, adalagikah sesal yang lain saat itu. Entahlah. Kini mari jemput Ramadhan lebih awal. Persiapkan diri. Agar kita termasuk dalam barisan orang-orang yang bergembira di hari Raya. Selamat hari raya bukan lagi ucapan basa basi. Bukan juga SMS-SMS penghibur kedukaan disebabkan berlalai diri. Tapi memang keselamatan itu ada dan mengejawantah lewat amal yang berkualitas.

10 thoughts on “Menjemput Ramadhan

  • June 29, 2009 at 10:43 am
    Permalink

    Semoga ALLAH memberi saya napas untuk berada di ramadhan tahun ini dan mengakhiri tanpa penyesalan … amin ya ALLAH.

    Reply
    • June 29, 2009 at 4:30 pm
      Permalink

      Ya Allah berikan kepada kami nafas untuk berada di Ramadhan mendatang. Dan jadikan hari-hari kami, siang dan malam penuh penghambaan kepada-Mu. Agar kami menjadi Hamba-Mu. Bukan hamba Ramadhan-Mu.

      Semoga tiada sesal setelah itu. Lantaran amal-amal yang optimal.

      Amin Ya Rabbal ‘alamiin

      Mmm…pernahkan manusia berpuas diri dengan amalannya? Entahlah.
      Dasar manusia.

      Reply
  • July 24, 2009 at 12:40 pm
    Permalink

    perenungan yang luar biasa…izin copas boleh????

    Reply
    • July 24, 2009 at 2:34 pm
      Permalink

      Jangan copy kalau cuma tulisan.
      Mari pastekan ke hati-hati banyak orang
      sementara dengan diri sendiri
      mestilah dengan kedalaman yang teramat

      Ya Rabb, Ramadhan-Mu kian menghampiri
      Biarkan kami lebih bersiap diri menjemput-Nya
      Ajarkan kami duhai Rabbi

      Reply
  • August 10, 2011 at 8:53 am
    Permalink

    sya berharap dengan menjemput datang nyya ramadhan saya ingin beribah yang benar2 dan di beri kekuatan untuk beridah kepada nya.

    Reply
  • September 10, 2011 at 10:22 am
    Permalink

    pncerahan untuk saya bisa lbih mempersiapkan Ramadhan…
    thanks for share..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *