Membentuk Kader Produktif

Membentuk Kader Produktif

Produktif artinya kemampuan berproduksi dalam waktung singkat dalam jumlah banyak dan berkualitas. Kader Produktif adalah kader yang mampu menghasilkan kader baru dalam waktu yang relative singkat dalam jumlah banyak dan berkualitas.

Alqur’an menggambarkan kader produktif itu seperti pohon yang baik. Pohon yang baik yaitu pohon yang akarnya kuat, cabang-cabangnya menjulang ke langit dan berbuah setiap waktunya dengan izin-Nya

1. Akar Yang kokoh (Aqidah yang bersih)

Kader produktif mempunyai pemahaman yang sempurna. Pemahaman yang dibentuk dengan aqidah yang bersih, iman yang mendalam, sehingganya ikhlas dalam segala aktifitas. Kesadaran akan kebutuhan kepada Allah. Karena memang kita membutuhkan Allah dan Allah sama sekali tidak membutuhkan kita.

Ibarat akar yang kokoh atau tsabat, maka iman menghunjan dalam hati dan mengejawantah dalam hari-hari. Imanul amiq yang berurat berakar tunggang. Segalanya disandarkan pada yang Maha Besar. Digantungkan pada Yang Maha Tinggi. Allah saja, lain tidak. Yang dengan keyakinan itu dia berbuat, bergerak dalam melangkah dalam segala aktifitas

2. Cabang-cabang menjulang ke langit (Ibadah yang benar)

Cabang bisa menjulang ke langit, hanya bila punya akar yang kuat. Bila tidak, jangankan menjulang, tumbuhpun tidak. Tapi dengan akar yang kuat, barulah bisa menjulang ke langit.

Hanya dengan keikhlasan seseorang bisa beribadah secara maksimal. Hanyak orang yang ikhlas yang bisa bangun dari tidur di malam yang dingin, kemudian tahajjud dan menghidupkan malamnya. Baca Alquran, berzikir dan bermunajat. Hanyak keikhlasan yang bisa mengantarkan seserorang bangun untuk sholat shubuh dikala yang lainnya tertidur lelap, lelap yang tiada lagi azan dihatinya.

Makanya, ibadah yang benar hanya bisa terlaksana, jika syarat pertama terpenuhi. Pemahaman yang sempurna yang melahirkan gerak dan amal. Amal yang sampai kepada Allah. Sholat, tilawah, qiyamullail, dzikir, segala bentuk pengabdian diterima di sisi Allah SWT.

3. Berbuah setiap masanya (Akhlak yang kokoh)

Bila akarnya bagus, barulah bisa tumbuh menjulang ke langit. Dengan pertumbuhan yang bagus ini dan izin dari Allah, maka buahnya adalah akhlak. Berbuah setiap masanya. Inilah produktif. BUkan hanya berkala. Apalagi yang kala-kala iya, kala-kala tidak. Tapi setiap masa dengan izin-Nya.

Seperti Pohon Yang Baik

Ada kata kunci izin-Nya. Allah yang mengatur segala-galanya. Jadi membentuk kader produktif artinya membentuk kader yang punya pemahaman yang sempurna dan komitmen yang  paripurna, seperti pohon yang baik.

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baikseperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (QS Ibrahim 24-26)

Agar Pohon Menjadi Baik

Belajarlah kita sama petani yang sukses. Bagaimana cara bercocok tanam agar menghasilkan pohon yang baik.

  • Carilah tanah atau lahan yang subur
  • Pilihlah bibit yang unggul
  • Beri suplemen dan pupuk yang cukup
  • Sirami dengan air yang cukup dan penuh kasih saying
  • Berdoalah kepada Allah agar ia tumbuh sumbur dan berbuah secara cepat
  • Jangan memetik sebelum waktunya

Begitulah para dai harusnya berdakwah. Ibarat petani yang sedang menanam pohon. Ibarat seorang dokter yang mengobati pasiennya. Seperti pegawai PLN yang mengalirkan listrik ke rumah-rumah sehingga ia bercahaya. Seperti seorang ayah terhadap anaknya. Seperti guru terhadap muridnya. Seperti Kakak terhadap adiknya. Seperti sahabat dengan karibnya. Seperti Nabi Muhammad SAW terhadap sesiapa saja.

Bahkan bila pohon yang berbuah lebat dilempari dengan batu, ia tidak akan membalasnya dengan batu pula. Tapi ia akan balas dengan buah. Begitulah sejatinya seorang muslim, bermanfaat bagi yang lainnya. Membalas kejahatan dengan kebaikan.

4 thoughts on “Membentuk Kader Produktif

  • September 29, 2012 at 12:06 pm
    Permalink

    lah lamo bana taragak jo tulisan da hasdi.. :'(

    Reply
  • September 29, 2012 at 12:09 pm
    Permalink

    Reblogged this on Sandurezu d' Syandrez and commented:
    Suplemen hari-hari, untuk mengisi jiwa-jiwa ‘sepi’ seperti saat2 sekarang ini. Untukku, semoga juga untukmu. Dari da Hasdi Putra 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *