Kaedah Dalam Mentoring

Kaedah Dalam Mentoring

Syeikh Juma’ah Amin di dalam bukunya fiqh dakwah memberikan beberapa kaedah dalam mentoring atau panduan dalam mengaplikasikan seni dakwah fardiyah secara bertadarruj (bertahap) yaitu :

  1. Al-Qudwah qabla dakwah (menjadi qudwah sebelum berdakwah)
  2. At-Ta’lif qabla ta’rif (mengikat hati sebelum memperkenalkan)
  3. At-ta’rif qabla taklif (menjelaskan sebelum memberi tugas)
  4. At-tadarruj fi taklif (bertahap dalam memberikan tugasan)
  5. At-taisir la ta’sir (memudahkan bukan mempersulit)
  6. Al-Usul qabla furu’ (mendahulukan yang pokok sebelum cabang)
  7. At-targhib qabla tarhib (memberi harapan bukan ancaman)
  8. At-tafhim la al-talqin (memberi pemahaman bukan sekedar menyampaikan)
  9. At-tarbiyah la at-ta’riyah (mendidik bukan menelanjangi keburukan)
  10. Tilmizu imam la tilmiz kitab (murid guru bukan murid buku)

Menjadi Mentor

Ingatan ini menjadi pemahaman penting bagi mentor. Agar kita bertahap dalam memberi. “Kullu amrin, bi ansurin”. (Bukan hadits). Setiap urusan di angsur-angsur. Memakan makanan itu sesuap demi sesuap. Seribu langkah memang harus di awali dengan satu langkah pertama. Mengkaji mulai dari alif. Tertib dalam amalan. Seperti tertibnya tahapan-tahapan amal untuk perbaikan peradaban ini.

Menjadi mentor itu artinya mempersiapkan diri menjadi lebih baik. Berusaha menjadi teladan kapanpun dan dimanapun. Menjadi mentor berarti bersiap diri berprestasi dalam banyak hal. Berprestasi dalam studi, dalam organisasi atau aktifitas sosial di lingkungan masyarakat. Menjadi mentor berarti mempersiapkan diri untuk alih generasi, alih kepemimpinan dengan impian yang lebih baik.

Menjadi mentor itu artinya mempersiapkan diri menjadi lebih baik. Berusaha menjadi teladan kapanpun dan dimanapun. Menjadi mentor berarti bersiap diri berprestasi dalam banyak hal. Berprestasi dalam studi, dalam organisasi atau aktifitas sosial di lingkungan masyarakat. Menjadi mentor berarti mempersiapkan diri untuk alih generasi, alih kepemimpinan dengan impian yang lebih baik.

Menjadi mentor itu artinya mempersiapkan diri menjadi lebih baik. Berusaha menjadi teladan kapanpun dan dimanapun. Menjadi mentor berarti bersiap diri berprestasi dalam banyak hal. Berprestasi dalam studi, dalam organisasi atau aktifitas sosial di lingkungan masyarakat. Menjadi mentor berarti mempersiapkan diri untuk alih generasi, alih kepemimpinan dengan impian yang lebih baik.

3 thoughts on “Kaedah Dalam Mentoring

  • April 11, 2013 at 8:39 am
    Permalink

    “Kullu amrin, bi ansurin”. (Bukan hadits)
    hahaaaaaaa,,,,

    meletakkan dasar dibawah dan menguatkan tonggak ibadah di pertengahan..menutupi dengan pemahaman dan melindungi dengan jihad..
    kecek orang gitu ustd.. lai batua awak tu ustd…?? :p

    (*lai sehat2 abg nampaknyo mah..hehe)

    Reply
  • April 11, 2013 at 8:43 am
    Permalink

    Reblogged this on ..: blognya andi :.. and commented:
    tidak ada yang terburu buru..
    ia sulit tapi kokoh..
    ia panjang tapi terjaga keasliannya
    ia lambat tapi hasilnya terjamin..
    karea ia adalah tarbiyah… 🙂

    Reply
  • Pingback:Kaedah Dalam Mentoring | What you eat, What you read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *