Bagaimana Kalian Menyambut Ramadhan

Bagaimana Kalian Menyambut Ramadhan

Bagaimana kalian menyambut Ramdahan. Merenung sejenak di malam nisfu Sya’ban di kegelapan malam (mati lampu) di bawah guyuran hujan & kilatan petir.

Sodaraku…
Terimalah permohonan maafku…
Hampir setiap saat kita mendengar atau bahkan menyaksikan banyak ruh yang terpisah dari jasad. Padahal sebentar lagi ramadhan.
Aku tak tau apakah aku bisa menyongsong bulan mulia itu.
Ataukah kematian yang lebih dulu menjemputku pergi..
Entahlah..
Beritahu aku bila aku tanpa sadar pernah melakukan salah sekecil apapun kesalahan itu.
Agar aku dapat membebaskan diri dari belenggu dosa itu sebelum kepergianku.
Mungkin saja ada candaku yang pernah membuatmu terluka.
Mungkin saja aku pernah membuatmu kaget.
Atau mungkin aku pernah mengorek luka lama yang membuatmu perih.
Atau tindakanku yang luka tanpa kusadari.

Sodaraku…
Kita semua akan kembali tanpa tau bagaimana dan dengan apa kita kembali.
Kapan pastinya pun tak pernah kita tau.
Suatu hal yang menyesakkan bila kita kembali sementara hati-hati kita penuh dengan riak-riak permusuhan yang tak pernah terungkap kata maaf untuknya.
Sungguh.. Aku memohon maaf untuk semua..

Ya Allah taqdirkan kami untuk bertemu bulan Mulia..
Aku ingin menyongsong bulan itu dengan suasana hati yang baru.

Bagaimana Kalian Menyambut Ramadhan

Dulu, Ibnu Mas’ ud pernah di tanya,

كيف تستقبلون رمضان؟
قال: ما كان احدنا يجرؤ على استقبال الهلال وفي قلبه ذرة حقد على أخيه المسلم

“Bagaimana kalian menyambut Ramadhan. .?
Beliau menjawab, ” Tak seorangpun diantara kami yang sanggup menyambut hilal Ramadhan sementara di dalam hatinya ada setitik perasaan dengki terhadap saudaranya yang muslim”

Sodaraku.. Kini telah kumaafkan semua tentangmu..
Maka maafkanlah aku…
Bila engkau tak mau mengungkapkan maaf itu lewat rangkaian huruf, simpanlah maaf itu dihatimu. Biarlah ia tertulis disisi Allah SWT.

Persiapan Menyambut Ramadhan

Banyak yang perlu disiapkan untuk menyambut ramadhan. Persiapan ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, maliyah dan horokiyah. Persiapan ruhiyah mengawalinya. Barsihkan hati, luruskan niat, bulatkan tekad. Ramadhan kali ini harus lebih baik. Jadikan Ramadhan hari ini menjadi Ramadhan terbaik.

Penyambutan ramadhan menjadi modal untuk mengisinya. Kegembiraan menyambutnya adalah kesukaan hati mestinya. Bila Ramadhan datang dan kita berada di dalamnya, rugilah kiranya bila tiada memperoleh ampun. Berdoa penuh sungguh Ramadhan ini Ramadhan terbaik. Ramadhan yang dengan amalan di dalamnya Allah ampunkan segala dosa. Semoga Allah karuniakan keberkahan yang banyak.

Bila menyambutnya dengan kegembiraan, pemergiannya adalah kesedihan. Lambaian rembulan Ramdhan perlahan hilang berganti syawal. Kemenanganlah bagi yang memuliakan ramadhan dengan amalan yang sungguhan. Kesedihan yang teramat dari Rasulullah menjadi pelajaran yang hebat. Betapa Ramadhan begitu mulia dan agung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *