Menanam Kata "Nanti"

Menanam Kata Nanti. Barang siapa yang menanam kata 'nanti' maka akan tumbuhlah sebatang pohon 'mudah-mudahan'. Buahnya bernama seandainya. Rasanya adalah 'kegagalan dan penyesalan'. 

Stop Membohongi Diri

Usah membohongi diri lagi. Saat seorang bertanya kepadamu, "Tidakkah kamu menghafal Alqur'an?" Lalu kamu mengatakan, "Nanti, Insya Allah saya akan menghafalkannya?" Lalu berlalulah masa yang panjang. Seketika, begitu ditanyakan lagi pertanyaan yang sama, "Sudahkah kamu menghafalkan Alqur'an?" Jawabannya tentulah belum jauh berubah. "Nanti, Insya Allah".

Doa Hafal Quran
Qur'an

Kalaulah perang dunia ketiga berlangsung, tentulah Alqur'an belum juga dihafalkannya. Karena tidak ada kata serius pada nanti. Bahkan sampai ia matipun, menurut Al Qarni, Alqur'an masih belum dihafalnya juga.

Ia katakan di waktu-waktu kuliah, "Agak sulit menghafal Alqur'an, tugas kuliah begitu banyak dan numpuk". Lalu ketika tiba musim liburan, iapun akan mengatakan, "Saya butuh  waktu untuk menenangkan hati barang sejenak". Ketika masa kuliah datang lagi, ia katakan, "Sekarang harus rutin mengulang-ulang pelajaran"

Teringatlah dengan pesan Ibnu Mubarak dalam kita Az-Zuhudnya, "Ketika sakaratul maut datang, kata-kata 'nanti' pasti akan membuat kalian menyesal.

Berhatilah dengan kata nanti

Berhatilah dengan kata nanti. Nanti akan saya lakukan, nanti akan saya hafal, nanti akan saya pelajari. Nanti dan nanti.

Jadi menurut Al Qarni, apabila anda melihat seseorang yang mengatakan 'nanti dan nanti,' maka cucilah kedua tangan anda dari dirinya.

Berhentilah berkata nanti. Karena nanti tiada akan pernah ditemui. Hanya ada hari ini. Esok belum tentu dijumpai. Sementara kemarin tak dapat dijemput lagi. Now or never.

Maka apakah kamu tidak mengira, bahwa Kami menciptakan kamu secara main-main saja dan kamiu tidak akan di kembalikan kepada Kami? (Allah SWT, QS Almukminun :115)

Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser sebelum ia ditanyai tentang umur, untuk apa dia habiskan; tentang ilmu untuk apa ia gunakan; tentang harta, dari mana dan untuk apa ia belanjakan dan tentang badannya, untuk apa ia gunakan. (Muhammad SAW, HR At-Tirmidzi)

2 thoughts on “Menanam Kata "Nanti"

  • October 2, 2012 at 9:58 am
    Permalink

    kata nanti ditanam tumbuh menjadi semangat dan berbuah manis…
    (*o_O adakah seperti itu??

    *khayalan pemimpi ulung.. :p

    assalamu’alaykum wr wb
    salam sehat dan sukses bg ustd pak dosen…hehe

    Reply
  • October 7, 2012 at 6:48 pm
    Permalink

    Pesannya nonjok, berasa smpe ke hati…^_^

    Panjang angan-angan dengan berkata “nanti” sepertinya jadi penyakit yang mewabah. Syukron sudah diingatkan lewat tulisannya….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *