One Day One Post, Tinggal(kan) Cerita

Ngeblog Lagi

One day one post tinggal cerita. Komitmen dengan tidak komitnya, masih ada. Dan sekarang ngeblog lagi. Lama sudah menghilang dari dunia perblog-an. Tersentak jaga, manakala ada yang bertanya tentang madrasah kata-kata ini. Terhenyak juga bila melihat jadwal postingan terakhir. Dan saya kembali mentolerir diri, sok sibuk. Padahal, memang. ish…ish..ish.

Waktu terus bergulir. Masa terus berganti. Musimpun bertukar rasa. Buah durian yang dulunya beredar sepanjang jalan menuju Bukittinggi, kini mulai menipis. Manggis yang dulunya banyak, sekarang sudah tak nampak lagi. Kecuali musim hujan. Kini air melimpah banyak mengantarkan pada kecemasan. Dan kita tak sempat tuliskan. Dan kata banyak terdiam. Padahal ada madrasah padanya.

Kini hendak mengukir cerita lagi. Di sini. Tentang madrasah  yang sudah jarang terjamahi. Padahal, saya juga meridukan hal yang sama. Saya ingi banyak layar cerita yang hadir di sini. Tentang apa saja. Karena dunia kita adalah dunia madrasah. Dari kata yang kadang tak sempat tertuliskan. Dari kenangan yang mungkin hilang dari ingatan. Di tuliskan juga sebisanya. Maklum, sudah lama tak menggelinjangi tut-tut keyboard ini. Ya, yang seperti ini. Dan saya kaku. Masih.

One Day One Post

Yap. One Day One Post. Mungkinkah? Mungkin saja. Tapi kalau untuk saya? Hmm, ya mungkin saja. Serius? Mungkin juga serius. Lho! Nah! Ugh. Saya menarik nafas agak dalam saja. Dan saya sok sibuk sajalah. Lagi pula banyak pekerjaan produktif lain. Namun, batin saya membantah. Mudah-mudahan ini juga produktif. Berbagi madrasah. Sebab sekolah saja tidak cukup. Dan madrasah ini untuk saya. Dicoba saja One Day One Post.

One day one post ini tantangan baru. Saya coba menantang diri. Sebab sepertinya jiwa dan raga kita butuh tantangan-tantangan baru yang menggairahkan. Agar ada ghirah, semangat yang tetap terjaga dan terpelihara di dalam jiwa ini. Lewat madrasah ini, ada makna dalam kata. Dan saya menulisnya dalam warna-warni perasaan yang tak sempat sama.

Madrasah Kata-Kata

Madrasah ini madrasah kata-kata. Tanpa suara. Menyapa lewat tulisan saja. Mata tak akan sempurna menangkapnya. Kecuali keikutsertaan jiwa dan raga dan apa-apa yang menyertainya. Sebab hidup begitu berharga, bila hanya dinikmat sendiri. Sebuah pesan penuh kode. Lewat pengkodean ini dikirimkan tulisan dalam wadah madrasah ini. Madrasah kata-kata. Lewat kata, kita kirimkan DATA. Dari data yang diolah, INFORMASI punya makna. Seketika KNOWLEDGE atau pengetahuan baru tercipta. Dari pengetahuan itulah WISDOM akan melegenda.

Madrasah ini madrasah kata-kata. Menyebar lewat modulasi dari satu device ke devices lainnya. Semoga ia punya makna. Semoga! Semoga madrasah kata-kata bisa berpropagasi ke khalayak lewat apa saja. Bila tidak juga, saluang sajalah menyampaikannya. One Day One Post tinggal cerita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *